Tampilkan postingan dengan label Asmara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asmara. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 September 2011

"Senyum Nastar"

Diantara gemerlapnya duniaku tersimpan seribu sendu dua dunia yang terkapar hingar bingar...
Matahari kehidupanku terus bersinar mengejar kobaran impian yang membara diantara belukar...

Kekuatan alam bawah sadarku telah berkobar memburu sinar yang berasal dari Senyum Nastar...
Ku coba untuk berpaling akan tajamnya sinar Senyum Nastar yang kian membakar relung kehidupan...
Ku meronta bersama sisa-sisa cahaya alam bawah sadar yang bernaung diantara seribu laskar Anugerah...

Namun...
Senyum Nastar semakin membara melibas batas alam bawah sadar hingga ku terkapar...
Ku berusaha bangkit, bangkit dan bangkit, tanpa peduli sinar tajam Senyum Nastar terus membakar...

Tubuhku semakin terbakar...
Pandanganku semakin pudar...
Hatiku semakin menjerit terkapar...
Alam bawah sadarku terlontar...

Hingga...
Diantara sadar dan tidak sadar terdengar derap langkah seribu laskar dengan berteriak Allahu akbar...
Telingaku mendengar samar-samar bagaikan bunga mawar diantara semak belukar yang terbakar...
Alam bawah sadarku mulai berbinar sa'at ada suara merdu yang samar "selamatkan sang bunga mawar"...
Suara samar itu telah mengusik jiwa yang memar dan berseru bagai halilintar yang menyambar...

Ternyata...
Suara samar itu semakin menggelegar keras dan terdengar berkoar "Bangkitlah wahai jiwa yang memar"...
Kau adalah Putra Mahkota Kehidupan yang tersamar mengemban penyelamatan sang bunga mawar yang nyaris terbakar...

Akhirnya...
Ku tersadar bersama fajar pagi yang segar semerbak harum bunga mawar...
Ku bermunajad jama'ah menyambut 2/3 malam lailatul qadar yang sakral...
Ku temukan Senyum Nastar pemberian sang mawar yang nyaris terbakar...
Ku kan sibak belukar menyambut datangnya sang mawar membawa Senyum Nastar...


by : "Senyum Dua Dunia Manusia setengah Dewa"